UPN Veteran Jatim merupakan salah satu kampus yang awalnya berada di bawah naungan lembaga pertahanan Indonesia. Sejarah kampus UPN sangat panjang dari kampus swasta hingga pada tahun 2014 menjadi kampus negeri.

Beberapa waktu lalu (sekitar 2 bulan) ada mahasiswa UPN jatim menghubungi kami, hendak melakukan permagangan. Langsung kami terima dengan syarat ada surat pengantar dari kampus mereka.

Menurut surat tersebut, ada empat mahasiswa yang akan magang. Mereka semester lima. Mau semester enam setelah magang berakhir.

Empat mahasiswa tersebut terdiri dari dua putra, yakni Kurnia dan Mahesa. Dan juga dua putri, yaitu Nadya dan Intan.

upn veteran jatim
Mahasiswa UPN Jatim dari kiri ke kanan: Nadya, Intan, Jasmito (pemilik usaha), Kurnia, dan Mahesa

Rincian Kegiatan Magang Mahasiswa Pertanian UPN Veteran Jatim

Kurnia dan Mahesa menempuh kepeminatan bidang ilmu tanah. Sedangkan Nadya dan Intan bidang budidaya atau agronomi.

Dalam magang tersebut, keempat mahasiswa pertanian UPN Mahesa dan Kurnia mengajukan proposal tentang penerapan pupuk organik padat dan cair. Sedangkan nadya dan Intan di budidaya selada hijau dan siomak.

Pembuatan pupuk cair, yang ada di kami berasal dari daun daunan sisa sayur yang kami panen. Di tambah sisa nasi, buah, atau sayur dari dapur. Itu untuk sumber Nitrogen (N). Adapun sumber Phospor (P) dan Kalium (K), berasal dari bonggol pisang dan sabut kelapa.

Pembuatan pupuk N dengan bahan dasar tersebut caranya sangat mudah. Bahan tersebut dimasukkan ke dalam kaleng yang sudah di beri lubang dari paralon untuk jalan keluarnya cairan hasil pembusukan bahan (lindi). Lindi ditampung dengan menggunakan wadah.

Lindi tersebut dikumpulkan dalam jurigen kapasitas 10 liter. Jika hampir penuh, ditambah dengan molase (tetes tebu) sebanyak 500 ml dan juga 1/2 sendok teh serbuk biang mikroba Decoprima. Jurien ditutup dengan kain untuk menghindari kontaminan dan tetap menjaga proses fermentasi aerob tetap berjalan. Setelah 4-7 hari pupuk siap diaplikasikan dengan dosis pengenceran 20 kali.

Adapun pupuk padat di kami terbuat dari kotoran kambing yang sudah di selep. Bahan tersebut di letakkan di dalam sak. Mula mula kami isi sedikit. Kemudian disiram dengan air + molase + serbuk decoprima. Perbandingan air 10 liter, molase 500-1000 ml, decoprima 1/2-1 sendok teh. Dimasukkan lagi bahan. Disiram lagi. Begitu seterusnya hingga sak penuh.

Kemudian dibiarkan terbuka agar proses fermentasi aerob terjadi. 4-7 hari sudah bisa digunakan. Dosisnya bebas sesuai kebutuhan.

Baca ini juga ya: pertanian organik vs non organik

Nadya dan Intan yang menilih budidaya, tentunya kami fasilitasi sesuai kemauan mereka. Jadi kegiatan mereka lebih banyak fokus ke budidaya. Mulai pemilihan benih, tabur benih, hingga panen komoditas sesuai pilihan mereka.

Kegiatan harian semua mahasiswa magang dari UPN Veteran Jatim, kami fokuskan di di kegiatan on farm, mengingat bahwa mereka mengambil jurusan terkait itu. Adapun kegiatan terkait budidaya yang mereka lakukan antara lain, persiapan bedengan : pembalikan tanah, pemupukan, pembuatan penutup remanen. Kemudian pembibitan sayur hingga pindah tanam. Perawatan dari penyakit. Penyiraman dan juga pemanenan.

Namun tidak lupa juga kami selipi kegiatan pasca panen. Misalnya proses sortir, mencuci, packing, labeling. Dan juga sistem pemasaran yang kami lakukan selama ini.

Kegiatan permagangan, mereka tempuh selama satu bulan. Namun, menurut mereka sebenarnya hanya diwajibkan selama 14 kali pertemuan.

Kegiatan magang mereka tidak kami pungut biaya sedikitpun. Gratis. Tujuan kami hanya barter ilmu, tenaga, pikiran.

Kedepannya, kami harapkan banyak mahasiswa dari UPN Veteran Jatim yang magang di kami. Terutama jurusan pertanian.

%d bloggers like this: