Manfaat Arang Sekam dalam Pertanian

(Foto alat pembakar sekam: bertaniorganik.com)

(Foto arang sekam: daunijo.com)

Arang sekam atau sekam bakar sering dijumpai di pasar bunga. Mungkin anda bertanya-tanya, apa manfaat dari arang sekam. Kandungan apa saja yang ada di dalam arang sekam. Berikut akan kami paparkan sedikit referensi untuk menjawab pertanyan anda.

Arang sekam merupakan hasil pembakaran tidak sempurna dari sekam (kulit padi). Arang sekam digunakan sebagai campuran media tanam. Biasanya dikombinasikan dengan tanah, humus, dan pupuk kandang dengan perbandingan tertentu. Beberapa mineral yang terkandung dalam arang sekam antara lain Si (Silikat), Ca (Kalsium), Mg (Magnesium), Fe (Besi), Al (Aluminium), Cu (Tembaga), Zn (Seng), Na (Natrium). Mineral-mineral tersebut dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Sisa pembakaran kulit padi tersebut berfungsi untuk menciptakan porositas yang baik pada media tanam, sehingga air tidak tergenang dalam media tanam. Fungsi lainnya adalah sebagai bahan yang dapat meminimalkan serangan parasit tumbuhan. Contoh parasit antara lain jamur, virus, bakteri dan lainnya. Sekam bakar tersebut juga dapat menghambar serangan hama dari kelompok siput. Permukaan kasar dari sekam dapat mengganggu sensori sentuhan dari siput, sehingga siput akan menjauh dari tanaman yang ditutup dengan sekam bakar tersebut

Cara membuat arang sekam sebenarnya cukup mudah, yang paling penting harus dalam keadaan pembakaran tidak sempurna. Pembakaran tidak sempurna ditandai dengan tidak munculnya kobaran api. Jika terdapat kobaran api, harus segera dipadamkan karena rawan menjadi abu (sisa pembakaran yang biasanya berwarna putih).

Baca juga: Waspadai Penggunaan Bahan Kimia Sintetis Di Bidang Pertanian

Cara pertama dengan cara disangrai. Namun, metode ini boros dalam penggunaan bahan bakar. Selain itu juga memakan waktu yang lama dalam proses pembakaran. Cara selanjutnya dengan menggunakan alat pembakar khusus.  Langkah langkah membuat ala pembakar sebagi berikut.

  1. Siapkan kaleng bekas dengan ukuran yang besar.
  2. Iris salah satu sisi kaleng dengan menggunakan gunting seng atau alat pemotong keramik, buang irisan tersebut.
  3. Lubangi dalam jumlah banyak semua sisi kaleng dengan menggunakan paku atau bor.
  4. Sambungkan pipa besi dibagian sisi yang berlawanan dengan sisi yang sudah diiris. Pipa besi tersebut berfungsi sebagai cerobong asap.

Jika alat sudah dirangkai langkah selanjutnya adalah membuat arang sekam. Adapun langkahnya seperti berikut ini.

  1. Membuat api dari kayu yang dibakar.
  2. Tutup api tersebut dengan menggunakan alat yang sudah dibuat (posisi pipa cerobong asap berada di atas.
  3. Tata sekam di sekitar kaleng sampai kaleng tertimbun sekam, namun jangan sampai cerobong asap tertutup, agar api tetap bisa menyala.
  4. Biarkan sampai sekam terbakar secara tidak sempurna (tidak ada kobaran api). Hal ini ditandai dengan hasil pembakaran sekam yang berwarna hitam.
  5. Jika pembakaran tidak merata, maka dapat diaduk dengan sekop untuk meratakan pembakaran.
  6. Jika sudah merata, segera ratakan arang sekam dan siram dengan gembor agar proses pembakaran berhenti sehingga arang sekam tidak berubah menjadi abu.

Di sebagian pasar bunga biasanya lebih memilih menggunakan sekam mentah (belum dibakar). Hal ini karena untuk menghemat biaya dan praktis karena tidak perlu ribet membakar sekam dulu. Namun sekam mentah memiliki potensi ditumbuhi parasit sehingga dapat mengancam kehidupan tanaman.

Bang Mimin :

View Comments (0)