Waspadai Penggunaan Bahan Kimia Sintetis Di Bidang Pertanian

(Ilustrasi menyemprot tanaman: epetanidesasawo.blogspot.co.id
)

Bahan kimia sintetis masih melekat erat dengan dunia pertanian. Penggunaan bahan ini masih dianggap yang terbaik oleh sebagian besar petani, karena sangat praktis dalam penggunaannya. Cara memperoleh obat ini juga sangat mudah, hampir ada di semua toko pertanian. Efek penggunaannya juga relatif tokcer, dalam waktu singkat sudah kelihatan hasilnya. Misalnya saja penggunaan bahan sintetis untuk memusnahkan rumput. Pagi semprot, keesokan harinya sudah kelihatan si rumput mulai mati. Sama halnya dengan penggunaan insektisida, fungsisida, pestisida sintetis. Semua bahan sintetis tersebut terbukti ampuh dalam membasmi Hama dan Penyakit Tanaman (HPT).

Tidak diragukan lagi memang kimia non organik merupakan alternatif pertama yang bisa diambil petani jika ingin efektif dan efisien. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan di balik penggunaan bahan buatan tersebut. Berbagai dampak negatif ditimbulkan oleh penggunaan bahan sintetis yang berlebihan.

Bahan non organik, misalnya pupuk, pestisida, fungsisida, insektisida, herbisida. Cara pengaplikasian bahan tersebut bermacam-macam, tergantung dari bentuk bahan dan fungsinya. Ada bahan yang berbentuk cair dan padat. fungsinya pun bermacam-macam, misalnya saja fungisida yang fungsinya untuk membasmi jamur parasit pada tumbuhan. Untuk jamur yang menyerang akar, berarti aplikasinya juga di akar. Kalau jamur daun, aplikasinya juga di daun.

Saat aplikasi bahan kimia buatan tersebut, akan terjadi dua kemungkinan. Ada yang diserap oleh tanaman dan ada yang terbebas ke lingkungan. Bagian yang tidak diserap ada beberapa kemungkinan. Jika terkena panas,  akan menguap sehingga terbebas ke udara.  Sebagian lagi terlarut dalam air. Jika air mengalir, maka akan ada bagian hanyut oleh aliran air. Kemungkinan lainnya adalah tertinggal di dalam tanah. Intinya, bahan pembasmi tersebut beresiko menimbulkan residu di lingkungan.

Baca juga: Pertanian Organik dan Non Organik. Serupa tapi Tak Sama

Sekarang saatnya berpikir sejenak, merenung dulu ya. Hehehhe… sambil jawab pertanyaan berikut.

  1. Jika semakin hari, semakin banyak penggunaan bahan sintetis di bidang pertanian bagaimana kualitas lingkungan (air, tanah, dan udara) di sekitar kita?
  2. Apakah bahan non organik yang menempel pada bagian tanaman (akar, batang, daun, bunga, buah) akan selalu dapat diserap semuanya?
  3. Apabila terdapat residu bahan berbahaya di tanaman, air, tanah, udara, bagaimana jika masuk ke dalam tubuh manusia?
  4. Butuh berapa lama tubuh manusia menetralisir bahan berbahaya yang masuk ke dalam tubuh?
  5. Seberapa berat beban kerja organ tubuh untuk menghancurkan racun yang masuk dalam tubuh?

Sebenarnya masih banyak pertanyaan terkait hal tersebut. Saya kira anda sebagai pembaca juga sudah banyak pertanyaan. Yang terpenting sekarang selalu waspada terhadap bahan tersebut, dan cari alternatif lain untuk meminimalkan jumlah bahan kimia berbahaya yang masuk ke dalam tubuh.

Wait for the next discussion ya, Insya Allah akan saya lanjutkan tentang alternatif yang bisa dipilih-pilih untuk meminimalkan bahan kimia sintetis yang masuk ke dalam tubuh.

Bang Mimin :