Website vs marketplace. Pilih mana ya? Pasti banyak yang bingung ketika mengawali sebuah bisnis.

Sebelum memilih menggunakan marketplace, website, atau keduanya, perlu memahami dulu apa itu marketplace dan website. Termasuk semua hal yang terkait dengannya.

Marketplace

Marketplace merupakan media jual beli online yang di dalamnya banyak memuat produk jualan banyak toko. Jadi di dalam marketplace tersebut beraneka ragam produk yang dijajakan via daring.

Website vs marketplace

Lebih mudah analoginya, marketplace ini mirip pasar. Hanya saja bersifat online. Jadi ada toko Si A, Si B, dan lain-lain.

Contoh dari marketplace misalnya tokopedia, olx, blibli, shopee, dan masih banyak lagi marketplace yang mulai bermunculan. Meski hanya beberapa saja yang bisa digandrungi konsumen.

Keuntungan menggunakan marketplace antara lain, tidak perlu ribet mendesain toko online yang kita punya. Tinggal mengikuti sistem dalam marketplace saja.

Jualan di marketplace juga bisa buka 24 jam non stop. Tanpa harus nunggu terus.

Adapun beberapa kekurangan marketplace antara lain.

Marketplace memiliki sistem yang sudah paten dan tidak bisa kita tawar. Penentu desain toko, ongkir,  dan berbagai aturan dalam berjualan di dalamnya sudah ditentukan oleh sistem dalam marketplace yang bersangkutan.

Kadang kala, memakai marketplace A gini, kemudian menggunakan marketplace B gitu. Punya sistem yang berbeda.

Hal itu yang kadang membuat kurang puas saat menggunakan marketplace. Tidak ada kebebasan pemilik toko dalam menentukan kebijakan, peraturan, dan sistem dalam berjualan.

Website

Website dalam hal ini merupakan media online juga milik pribadi/ sekelompok orang yang digunakan khusus untuk menjual produk sendiri/ kelompok orang tersebut. Jadi, ya hanya satu toko saja milik pribadi/ kelompok orang saja. Sehingga varian produk juga tidak sebanyak marketplace.

Website vs marketplace

Kalau dianalogikan mirip dengan toko Si A saja, atau toko Si B saja.

Kalau punya toko sendiri, lebih bebas menentukan sistem, peraturan. Mau didesain seperti apapun, ya terserah si pemilik.

Namun, membangun toko sendiri tentu berat. Memakan waktu, biaya, tenaga, pikiran. Apalagi tidak punya bekal ilmunya.

Website pribadi ini bisa dikembangkan dalam bentuk landing page. Berisi profil toko dan tombol berisi tindakan, misal: Wa disini, pesan disini, dll.

Atau bisa juga dikembangkan berupa display produk jualan. Kalau yang berbentuk seperti ini namanya e commerce.

Kalau mau membuat website, harus tahu penyedia layanan domain dan hosting Indonesia yang recomended.

Banyak pilihan sebenarnya. Tapi sebagai pemula perlu juga di pertimbangkan terkait domain murah, hosting murah, pelayanan cepat, dan berbagai faktor lainnya.

Lalu pilih mana antara website vs marketplace?

Setelah membaca penjelasan di atas, bagaimana? Sudah bisa menentukan mau menggunakan marketplace, website, atau keduanya?

Website vs marketplaceKalau masih bingung, kami mau bercerita dikit tentang website vs marketplace yang pernah kami alami sendiri.

Kami punya usaha sayur organik. Dulu sempat membuat toko di marketplace. Ternyata kami pikir lagi tidak efektif masalah pengiriman. Karena sayur cepat busuk. Kalau terlalu lama di proses paska panen hingga sampai konsumen, maka resiko kerusakan besar.

Akhirnya kami membuat website untuk menulis yang berkaitan dengan usaha kami. Di dalam website ini ada subdomain yang berfungsi sebagai e commerce dengan nama toko Orgomart.

Website utama (orgomedia.com) ini berfungsi sebagai portal utama yang bisa menuju ke media sosial (facebook, instagram, youtub) dan e commerce.

Bisa juga di berikan link yang menuju ke toko di marketplace. Kalau di kami, karena terkendala dengan jenis produk, sehingga tidak memiliki akun toko di marketplace.

Link tersebut akan sangat berguna dalam meningkatkan kunjungan, bahkan pembelian dari marketplace. Kalau di kami, kunjungan ke media sosial juga ada peningkatan.

Website vs marketplace

Bagian footer dari orgomedia ada beberapa link menuju media sosial. Bagian ini juga bisa di setting ulang agar menuju ke marketplace sehingga memungkinkan pengunjung marketplace juga meningkat.

Orang berkunjung ke website, baca-baca artikel, melihat desain web, dan menelusuri semua isi web, kalau cocok dengan mereka, besar kemungkinannya mereka juga akan kepo dengan link media sosial maupun marketplace yang terpampang di beranda website.

Ibaratnya tadi kan website sebagai portal/ gerbang utama. Kalau kelihatan bagus, ada petunjuk lengkap, maka kemungkinan pengunjung juga tertarik untuk menelusuri isi di dalamnya.

Jadi menurut kami, website vs marketplace bukan pilihan. Tapi sinergi yang bagus untuk menguatkan marketing via online.

Tentunya dengan optimasi yang maksimal baik on page maupun off page. Sehingga rating website di mata google bagus dan akan berimbas juga pada media sosial ataupun e commerce yang tersambung dengan website tersebut.

%d bloggers like this: