Petani Go Digital

Ilustrasi petani go digital: 8villages.com

Petani go digital sudah semestinya merambah ke petani. Pasalnya, perdagangan di masa sekarang sudah banyak yang mulai beralih ke dunia digital, termasuk produk-produk UMKM juga sudah merambah pemasaran via online. Salah satu pelaku usaha pertanian yang sudah go digital adalah petani dengan brand orgo, pemasaran produk melalui display digital di toko.orgomedia.com.

Untuk mencapai petani go digital, banyak kendala yang perlu penyelesaian. Salah satunya pelaku usaha pertanian yang mayoritas kalangan usia tua yang buta dengan digital. Pemuda jarang yang tertarik “bermain” dalam dunia pertanian, meskipun pertanian adalah aset terbesar penentu kelangsungan hidup manusia. Dapat dikatakan bahwa kreatifitas generasi muda di bidang pertanian masih rendah.

Mengapa petani sudah harus go digital? Adanya peluang terhadap produk yang dipasarkan secara digital menjadi alasan kenapa petani go digital. Peluang terhadap produk digital meningkat, disebabkan beberapa hal antara lain sebagai berikut.

1. Era digitalisasi di Indonesia juga meningkat pesat hingga sudut-sudut desa. Masyarakat desa yang hanya lulusan SD sekalipun sudah banyak yang bisa megoperasikan media digital, seperti handphone.

2. Masyarakat banyak yang “gila” media sosial juga menjadi alasan pemasaran online.

3. Masyarakat semakin “mager” (malas gerak), ketika mereka menginginkan sesuatu, yang dicari adalah yang praktis. Bisa dicari lewat smartphone tanpa harus berlama-lama pergi ke tempat yang menyediakan barang/jasa yang diinginkan.

Ketika petani memutuskan untuk go digital, harus menguasai beberapa hal antara lain ketrampilan memfoto produk, mengoperasikan media online seperti whatsapp, line, instagram, facebook, twitter, website, blog atau media online lainnya. Selain keterampilan tersebut, juga perlu menciptakan produk unik. Keunikan produk dapat dinilai dari perbandingannya dengan produk lain, misalnya rasa yang menarik, kemasan yang menarik, atau nilai lebih dari produk lain.

Untuk menuju modernisasi pertanian atau petani go digital, petani juga mutlak bisa menulis secara di media website, atau istilahnya ngeblog. Manfaat ngeblog bagi petani antara lain, petani bisa memperkenalkan usahanya kepada masyarakat. Contoh sederhananya seperti ini. Seorang petani sayur. Dia menulis tentang teknik budidaya sayur, jenis sayur yang bisa ditanam sesuai keringgian tempat, cara menghasilkan sayur sehat, cara memasak sayur agar gizi tetap bagus, dan tulisan-tulisan perihal sayur. Orang yang membaca tulisannya, lama kelamaan akan penasaran dengan sayur yang ditanam oleh petani tersebut. Rasa penasarsn tersebut biasanya akan berlanjut pada komunikasi, dari komunikasi tersebut, bisa mengarah menjadi transaksi jual-beli.

Menulis di blog atau website berbeda dengan menulis di media sosial. Tulisan di website bersifat abadi, maksudnya semakin lama akan semakin dicari oleh orang lain. Jadi, dengan menulis di blog dapat membantu orang lain menemukan informasi seputar pertanian yang di tulis oleh petani.

Cak Ito :