Cara membuat yellow trap (perangkap likat kuning) sebagai perangkat hama akan kami jelaskan dalam tulisan ini. Tentunya berdasarkan pengalaman kami dengan bahan-bahan di sekitar yang mudah didapatkan.

Membasmi hama tidak harus melulu menggunakan bahan kimia sintetis seperti pestisida dan insektisida, yang sifatnya merusak ekosistem dan lingkungan. Namun bisa menggunakan cara lain yang lebih aman, seperti halnya yellow trap.

Yelow trap berasal dari dua istilah asing (bahasa inggris). Yellow berarti kuning, trap artinya jebakan/perangkap. Jadi, yellow trap merupakan sebuah perangkap  atau jebakan yang berwarna  kuning yang bisa mengurangi  populasi organisme pengganggu tanaman yag ada disekitar kebun kita.

Mengapa warna kuning yang digunakan? Hal ini terkait dengan indera penglihatan serangga yang peka terhadap warna cerah, terutama kuning. Serangga tersebut akan tertarik dengan warna kuning dan mendekati sumber warna tersebut. Hal ini yang dijadikan dasar untuk membuat perangkap tersebut.

Namun, beberapa orang ada yang mengatakan perangkap serangga jenis ini tidak ampuh untuk mengatasi hama jika dibandingkan menggunakan insektisida. Pernyataan tersebut memang benar. Namun orientasi selain ampuh tidaknya, juga masalah keberlanjutan kelestarian lingkungan. Perangkap ini sangat baik dalam melestarikan lingkungan, karena tidak menimbulkan pengaruh buruk bagi lingkungan terutama yang berhubungan dengan residu bahan kimia sintetis.

Cara membuat yellow trap dari bahan sekitar

Untuk membuat perangkap kuning sangat mudah. Bisa menggunakan bahan bahan bekas yang ada disekitaran  kita. Berikut ini bahan dan cara membuat peragkap kuning untuk serangga yang pernah kami praktikkan sendiri.

Alat dan bahan:

  1. Pisau/ cutter
  2. Cat warna kuning
  3. Botol plastik bekas
  4. Bambu atau kayu
  5. Lem tikus

Cara membuat:

  1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
  2. Cat botol plastik dengan menggunakan cat warna kuning. Jika botol plastik bekas sudah berwarna kuning, maka tidak perlu dicat lagi. Kebetulan yang pernah kami gunakan adalah botol bekas oli yang warna kuning, jadi tidak menggunakan cat lagi untuk membuat tampilan warna menjadi kuning. Jika menggunakan cat, maka ditunggu sampai cat kering.
  3. Oleskan lem tikus ke botol yang sudah berwarna kuning. Sebenarnya tidak hanya lem tikus saja, melainkan banyak bahan di sekitar yang bisa kita gunakan. Misalnya oli, minyak goreng, atau solasi doble tip. Alasan kami menggunakann lem tikus karena daya rekatnya yang kuat.
  4. Botol yang sudah diolesi lem, selanjutnya diberi penyangga yang ditancapkan di atas bedengan. Dengan posisi sekitar 5 cm di atas tanaman.
  5. Di biarkan saja. Dalam hitungan menit kadang sudah ada hama yang terperangkap.
Yellow trap yang dipasang di lahan sayur, mampu mengurangi populasi hama pengganggu. Foto: Junaidi

Jenis hama yang bisa dikendalikan dengan yellow trap

Saat kami amati hasil menerapkan cara membuat yellow trap tersebut, ada beberapa hama yang terperangkap di perangkap kami. Beberapa hama antara lain belalang, kumbang anjing, kupu-kupu, sejenis lemut, kutu daun, semut, dan berbagai jenis hama lainnya.

Adapun tanaman yang cocok untuk menerapkan pengendalian hama jenis ini, pada dasarnya adalah semua jenis tanaman. Namun, yang pernah kami coba adalah jenis sayur-sayuran. Terutama jenis sayur sawi-sawian yang jenis hamanya sangat banyak saat ditanam secara organik.

Sebagai mana dengan hukum Pengendalian Hama Terpadu (PHT), tidak boleh semua organisme dimusnahkan untuk  keberlanngsungan ekosistem. Maka dengan menerapkan yellow trap ini sudah sejalan dengan hukum PHT, agar  keberlangsungan ekosistem yang ada bisa berjalan sebagaimana mestinya.