Suka Kuliner? Berani Cobain Kuliner Belalang Di Tuban Gak?

Posted on

Berbicara soal kuliner di Tuban, ada yang unik. Apalagi kuliner ndesone. Tidak ditemukan di kota lain. Apalagi di kota. Gak bakal ada. Kuliner apa kira-kira? Kuliner ini kalau dihadapkan dengan orang kota, mereka akan jijik mendengarnya, bahkan bisa dianggap ini kuliner mainstream. Salah satu kuliner ndeso di Tuban yang unik adalah kuliner Belalang goreng. Yang Tuban asli pasti tau yang namanya kuliner belalang goreng. Apalagi yang generasi 90an, pasti pernah  jadi penikmat kuliner belalang goreng.

Sudah menjadi kebiasaan orang Tuban secara turun temurun memanfaatkan belalang menu pendamping makan. Terutama warga ndeso di Tuban. Tidak ada kata jijik bagi mereka menikmati belalang goreng.

Nah, kamu yang tinggal di Tuban dan sama ndesonya dengan yang nulis ini. Bantu komentar ya gimana rasanya belalang goreng itu? Heeheheh..

Menurut lidah penulis yang pernah  menikmati belalang goreng, deskripsi rasanya seperti udang yang digoreng kering. Sangat krispi dan gurih.

Wong Tuban bisa menikmati kuliner belalang goreng ketika musim belalang tentunya. Kapan itu waktunya? Biasanya di musim tanam padi atau jagung. Di musim tersebut, belalang mulai berkembang biak dan menjadi booming di lahan yang ditanami padi atau jagung. Ini kesempatan emas bagi warga Tuban untuk menikmati makanan yang unik nan lezat ini. Selain itu juga bisa berhemat namun kebutuhan protein hewani masih tercukupi.

Wong Tuban biasa turun ke lahan secara berjamaah di musi belalang tersebut dalam rangka menangkat belalang. Bahkan biasanya mencari belalang pada waktu malam hari yang gelap. Alat yang digunakan untuk menangkap belalang pada malam hari adalah obor atau lampu petromax. Dengan menggunakan alat tersebut, maka belalang akan menuju ke arah sumber cahaya tersebut. Karena sifat belalang yang merupakan  salah satu jenis serangga adalah mendekati sumber cahaya. Kalau sudah mendekati arah sumber cahaya, maka tinggal dipunguti dan dimasukkan ke dalam glangsi atau sak sebagai wadah.

Yang menyakitkan saat berburu belalang adalah ketika memegang belalang yang sudah dewasa. Belalang dewasa memiliki kaki belakang yang berduri dan kuat. Kaki ini biasanya digunakan untuk pijakan untuk mengawali terbang. Atau  untuk melawan musuhnya. Kalau kena kulit tangan, seperti ditusuk duri. Kalau mau aman gunakan sarung tangan dari kain.

Yang perlu di ingat-ingat adalah tidak semua jenis belalang bisa dikonsumsi. Belalang yang biasa ditangkap dan dikonsumsi adalah belalang khusus. Kurang lebih gambarnya seperti berikut.

Setelah larut malam sepulang dari berburu belalang secara berjamaah dengan warga sekitar, belalang akan di bawa pulang kemudian dibersihkan kotoran dan sayapnya kemudian di goreng kering sambil di bumbuin bawang merah, bawang putih, garam, cabai. Kalau mau cepat kering yang krispi, sebelum digoreng, belalang tidak usah dicuci terlebih dahulu.

Dilansir dari beberapa media luar negeri, menu makan serangga bahkan dicanangkan terkait prediksi kelangkaan sumber pangan hewani di masa depan dan juga kandungan gizi serangga yang tinggi.

Kalau di luar negeri baru saja menggunakan serangga termasuk juga belalang sebagai sumber pangan hewani, Tuban sudah dari dulu. Hebat kan wong Tuban. Yuk, warga Tuban bangga menjadi warga Tuban dan mau memajukan potensi yang ada di Tuban.

One thought on “Suka Kuliner? Berani Cobain Kuliner Belalang Di Tuban Gak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *