Jus Sayur, Cara Baru Konsumsi Sayur

Jus sayur memang belum terlalu dikenal di masyarakat luas, namun beberapa orang sudah mulai mengenal jus sayur sebagai gaya hidup. Awal saya memulai usaha sayur organik sekitar satu tahun lalu, sempat heran dan aneh saat diberi tahu teman untuk memanen sawi pakcoy ukuran baby, karena permintaan konsumen dengan alasan akan dibuat jus. Sayur hijau kok dibuat jus? Aneh bagi saya. Kalau sayur seperti tomat dan wortel si gak masalah. Lha ini kok sayur pakcoy yang dibuat jus. Saking penasarannya, saya membuktikan sendiri membuat jus sayur pakcoy organik. Rasanya aneh di lidah, dan ujung-ujungnya kebuang jusnya.

Lama-kelamaan, saya sering delivery service sayur organik ke rumah konsumen langsung, dan sering berbicara tentang sayur organik hingga sampai pada ungkapan konsumen bahwa sayur pakcoy, brokoli, kacang panjang, wortel, lobak merah merupakan jenis sayur yang dikonsumsi mentah yaitu dengan cara dijus. Untuk menghilangkan rasa pahit seperti sayur pakcoy, dikombinasikan dengan wortel yang cenderung manis. Atau kadang juga dikombinasikan dengan buah untuk menutupi rasa pahit atau sengir dari sayur.

jus sayur
Jus sayur: sumiyati8.blogspot.com

Konsumsi sayur dengan cara dijus diyakini lebih bisa meningkatkan stamina tubuh dibanding mengkonsumsi sayur yang dimasak terlebih dahulu. Nilai gizi sayur yang dijus lebih banyak dibandingkan dengan sayur yang dimasak. Hal ini disebabkan karena saat sayur dimasak, ada kandungan gizi tertentu yang tidak tahan panas sehingga rusak saat dimasak. Apalagi saat memasak beberapa jenis sayur sekaligus, misalnya membuat sup dengan komposisi sayur buncis, wortel, kentang, daun seledri, daun prei, kubis, kailan. Ketika salah dalam memasak, bisa berakibat fatal yang menyebabkan hilangnya kandungan gizi dalam sayur tersebut. Cara masak yang tepat adalah menunggu hingga air mendidih baru dimasukkan satu per satu jenis sayur berdasarkan kecepatan lunaknya. Yang dimasukkan terlebih dahulu ke dalam air mendidih adalah sayur yang lunaknya butuh waktu lama. Jangan sampai dimasukkan sekaligus, karena akan berakibat sayur yang mudah lunak akan kehilangan beberapa kandungan gizi.

Meskipun konsumsi sayur dengan dijus memiliki nilai gizi yang lebih tinggi, tapi bukan berarti semua sayur dikonsumsi mentah. Ada beberapa sayur yang lebih baik dikonsumsi matang, misalnya buncis dan terong. Buncis mengandung cyanogenic glycosida yang merupakan asam amino beracun. Menghilangkan zat tersebut adalah dengan cara dimasak. Terong memiliki zat solanin yang bisa meracuni saraf dan usus.

Sebelum mengkonsumsi sayur dengan cara membuat jus sayur, pastikan sayur tersebut adalah sayur organik (bebas bahan kimia sintetis), jika sulit menemukan sayur organik, bisa mencari alternatif sayur yang bebas pestisida sintetis (biasanya sayur hidroponik). Jangan lupa juga mencuci hingga benar-benar bersih.

Pro kontra memang masih ada dimasyarakat tentang anggapan bahwa sayur yang dikonsumsi mentah memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dibanding sayur yang dimasak terlebih dahulu. Kembali lagi ke diri masing-masing. Keyakinan adalah yang utama. Jika ragu mengkonsumsi jus sayur, lebih baik jangan! Seperti sebuah ungkapan, bahwa iman is imun. Iman berarti percaya, imun adalah kekebalan tubuh. Jika di gabungkan berarti keyakinan terhadap apa yang dikonsumsi akan berakibat sesuai dengan keyakinannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *